Paradoks “Stop Dreaming Start Action”

Dipuja sekaligus dicaci, dicinta sekaligus dibenci. Begitu kalau boleh saya menggambarkan figur Joko Susilo di alam maya. Sarat dengan paradoks dan kontradiksi. Milyarder yang sukses dari SMUO (Sistem Mesin Uang Otomatis), sebuah produk informasi yang dikemasnya dalam ebook itu adalah pengibar slogan “stop dreaming start action“. Slogan ini pun mengandung paradoks di dalamnya.

Paradoks dalam bahasa sederhana ialah kebenaran yang saling bertentangan. Sebagian orang memandang SMUO adalah “scam” atau sebuah penipuan publik maya. Sebagian lagi memandang bahwa SMUO adalah sebuah edukasi enterpreneurship. Dan saya memandang kedua pandangan tersebut benar. SMUO adalah “scam” yang mendidik. Nah, paradoks bukan?

Dalam SMUO dilampirkan sejumlah testimoni yang bombastis. Testimoni-testimoni itu sangat provokatif sehingga orang menjadi terdorong untuk membeli produk itu. Apa yang mereka dapatkan setelah membeli produk itu? Ya sebuah ebook yang berisi informasi bahwa dunia maya adalah tempat yang menjanjikan untuk menambang kekayaan. Ya, menambang kekayaan dengan sangat mudah dan singkatnya. Dengan duduk hanya beberapa jam bisa mengalirkan jutuaan rupiah ke rekening bank mereka. Tetapi, yang terjadi tidak sedikit yang mengalami sebaliknya. Mereka telah menghabiskan hampir seluruh harinya di depan komputer dengan tagihan internet yang tidak sedikit, tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa. Bukankah ini “scam“?

Tetapi, SMUO juga adalah pendidikan. SMUO mendidik orang untuk berpikir kreatif mencari peluang sesulit apapun itu. Dengan konsistensi dan cara-cara yang cerdas dalam suatu bisnis (apapun itu bentuknya), orang akan sampai ke puncak sukses. “Stop Dreaming, Start Action” begitu katanya. Sekali lagi, inipun suatu paradoks.

Sebagian penggiat semangat (motivator) menganjurkan untuk berani bermimpi. Tetapi, Joko Susilo menyerukan “Stop Dreaming”. Dalam sebuah perjalanan sukses, impian adalah hal yang penting. Jangan sampai impian padam. Sebab, impian adalah roh dari upaya untuk mewujudkannya. Inilah paradoks dari “stop dreaming start action”. Meskipun begitu, Joko Susilo tidak salah.  “Dreaming” tanpa “Action” tidak ada artinya. Mungkin yang Joko maksudkan jangan hanya berhenti pada impian saja tanpa upaya untuk mewujudkannya.

Kaitkata: , , ,

Satu Tanggapan ke “Paradoks “Stop Dreaming Start Action””

  1. “Stop Dreaming, Start Action” | Syair Untuk “Pijarbintang.com” « penyair gila Berkata:

    [...] “Stop dreaming, Start action…!!” pekikmu dalam hati [...]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.